Ghost Goal …. England 3 – Germany 2 Final World Cup 1966
Mungkin ini adalah sebuah jawaban kenapa prestasi Timnas Indonesia masih jauh dari harapan. Sepakbola adalah olahraga sportifitas, sekali saja merusak nilai itu, sebuah tim akan menerima kutukan yang susah dihilangkan. Apalagi jika menyangkut nama sebuah negara yang harusnya dijunjung dengan kehormatan dan kebanggaan.
Inggris tahun 1966 memenangkan piala Dunia melalui gol kontroversial yang sampai sekarang diragukan masuk atau enggak … terlepas siapa yang salah, wasit atau pemain. Sampai sekarang Timnas Sepakbola Inggris masih menanggung dosa turunan. Nggak pernah menjuarai turnamen kelas mayor, meski pemain-pemain hebat terus lahir.
Jerman tahun 1990-an, dengan strikernya si Juergen Klinsman, bapak dari segala diving dan acting. Sukses menjuarai Piala Dunia di Italia 1990 dan Piala Eropa 1994, tapi setelah itu, walau selalu tampil atraktif di turnamen. Tetap saja hasilnya nol … Dewi Fortuna enggan tuk menyapa.
Pelopor Acting dan Diving, Juergen Klinsmann, aksi diatas menghasilkan penalti dan Gol di Final World Cup 1990 … Germany 1 – Argentina 0
Argentina dibawah komando Diego Armando Maradona, sukses menggondol Piala Dunia di Meksiko 1986 dengan gol tangan setan. Efeknya, kutukan bagi Argentina lebih parah daripada Inggris dan Jerman. Tidak hanya tim yang jauhi keburuntungan, tapi kutukan bagi seragam nomer 10 sangat menakutkan.
Goal tangan Tuhan Setan Maradona … Argentina 1 – Inggris 1
Gabriel Omar Batistua, Ariel Ortega, Pablo Aimar, D’Alessandro, Juan Sebastian Veron, Roman riquelme … sampai yang terakhir Lionel Messi. Para pemakai nomer 10 di panggung Timnas Argentina, selalu bernasib na’as saat tampil membela Argentina. Tidak peduli seberapa bagusnya permainan mereka di level klub.
Tiga tim diatas adalah tim kelas dunia, para pemegang titel world cup. Dijauhi dewi fortuna (keberuntungan) … patah hati karena janji cinta nilai-nilai sportifitas dilanggar.
Tahun 1998, di Piala Tiger (Sekarang AFF-CUP) edisi kedua …. Timnas Indonesia juga berhasil membuat patah hati di Dewi yang cantik bernama keberuntungan.
Datang dengan kekuatan terbaik yang pondasinya adalah Persebaya si Juara Divisi Utama. Timnas Indonesia saat itu sebenarnya sangat menakutkan, tapi sayang … sekali lagi, mentalnya kerdil.
Pada pertandingan terakhir babak penyisihan group, melawan Thailand. Indonesia yang tidak mau berjumpa Vietnam si tuan rumah, melakukan pertunjukan atraksi sepakbola badut yang menjijikkan.
Maka jangan heran, jika sampai saat ini, si Dewi Fortuna (Keburuntungan) juga jijik, muak muntah lalu meleburnya dalam adonan emosi, terus membantingnya ke dalam luka secara kejam. Simak videonya :
Gol yg terakhir, adalah gol Mursyid ke gawangnya sendiri
Entah apa obatnya untuk memperbaiki hubungan dengan keberuntungan. Memperbaiki sistem kompetisi Liga, Inggris sudah melakukannya, tapi tetap saja hasilnya sama, sial. Regenerasi pemain muda!, Jerman dan Argentina adalah gudangnya … hasilnya masih tetap sama.
Satu-satunya yang belum dicoba adalah memberikan tumbal, jangan mempersembahkan perawan … karena Dewi Keberuntungan nggak mungkin lesbian.
Kali ini perlu dicoba korbanya adalah om-om perlente di jajaran pengurus PSSI. Hmmm siapa tahu si Dewi Fortuna mau mengoleksi para bandot-bandot tua… toh sekalian buat ngurangi kaum tua di republik ini. Terutama yang sudah pikun, yang nyusun jadwal kompetisi saja nggak becus.
| Sumber |